Belajar Menulis Bersama Bung Rulan




Oleh: bung rulan
Direktur Komunitas Menulis

Setiap kali saya kekampus dan bertemu dengan adik-adik junior, saya selalu di tanyakan tentang bagaimana menulis yang baik, bagaimana cara menulis sebuah artikel, kak kalau pada saat menulis lantas kita kekuarangan ide apa yang harus dilakukan. Dan banyak pertanyaan lainnya yang mereka ajukan, sekilas melihat beberapa pertanyaan dari mereka saya berkesimpulan bahwa hampir semua pertanyaannya mengarah pada substansi yang sama. Walau pertanyaannya berbeda tapi secara pokok ada kesamaan di antaranya, sehingga menurut hemat penulis akan menjawab secara keseluruhan dalam satu tulisan ini.

Banyak orang yang merasa bingung dan bertanya bagaimana cara menulis artikel, essai, fiksi dan sebagainya. Padahal kalau kita sadari, sejak kecil dimasa teman-teman masuk pertama kali di bangku TK. Salah satu yang diajarkan untuk pertama kali adalah menulis, menulis huruf abjad dengan menggunakan huruf kapital. Begitupun disaat kita duduk dibangku SD, SMP, SMA bahkan disaat kuliah anda diharuskan menulis. Mencatat materi perkuliahan yang ditugaskan oleh dosen. Ketika anda pertama kali menulis disaat itu juga anda sudah bisa disebut sebagai penulis pemula. Sudah barang tentu sebagai penulis pemula tulisan anda memang masih amburadul belum tertata dengan baik, apalagi menyangkut konten tulisan masih jauh dari kebutuhan pasar [konsumen]. Tetapi anda jangan merasa minder dengan hasil tulisan sendiri, biar bagaimanapun anda sudah berusaha semaksimal mungkin. Adapun hasilnya kita serahkan saja kepada pembaca, apa menarik atau tidak terserah mereka. Tugas kita hanya menulis menyampaikan gagasan lewat tulisan, setelah itu mau dibaca atau tidak bukan urusan kita.

Ada banyak tantangan yang akan anda hadapi pada saat anda sudah berkomitmen menulis mulai dari kesibukan pekerjaan kantor, rasa malas, konflik rumah tangga, pengaruh lingkungan dsb. Factor tersebut sangat besar mempengaruhi minat seseorang menuliskan ide-idenya. Tetapi tidak sedikit para penulis professional telah melewati masa-masa sepeti genting. Sebab tidak ada satupun penulis hebat yang tidak merasakan fase tantangan yang berat hingga ia ingin memutuskan untuk berhenti menulis. Namun tekad dan komitmennya teramat besar untuk padam, sehingga apapun yang menjadi tantangan dan halangan segera mereka singkirkan. Rata-rata mereka luangkan waktu dalam satu hari untuk menulis minimal dua jam sehari bahkan terjkadang lebih dari itu. Saya teringat dengan seorang penyanyi pop legendaries Michael Jakson, untuk menjadi penyanyi sekaligus penari yang hebat. Ia menyempatkan waktunya setiap hari minimal empat jam untuk berlatih, ia lakukan secara terus menerus. Tanpa dia sadari gerakan-gerakan ia kuasai betul sehingga menjadikannya sebagai raja pop dunia dan di gemari oleh orang seluruh dunia. 

Apa yang bisa kita ambil pelajaran dari cerita Michael Jakson di atas. Bahwa seseorang yang tekun belajar setia hari, menyisihkan waktu beberapa jam saja untuk focus pada bidang yang sedang anda garap. Maka dengan keseriusan, dan ketelatenan anda akan menguasai bidang tersebut dengan baik. Begitu pula menulis yang dibutuhkan adalah keseriusan dan komitmen untuk terus melakukannya setiap hari, jangan tergoda dengan lingkungan yang justru membuat anda tidak lagi melanjutkan kegiatan tulis menulis. Sebab bila dalam beberapa waktu ada tidak lagi menulis, maka akan terasa kaku dan sulit memulai lagi.

Menulis akhir-akhir ini sudah menjadi aktifitas banyak orang, bahkan dengan menulis seseorang mendapatkan royalty besar. Banyak orang yang beranggapan bahwa menulis bukanlah suatu pekerjaan yang menggiurkan untuk di jadikan sebagai mata pencaharian. Sebab tidak menghasilkan uang, seperti ketimbang mereka bekerja menjadi guru negri, pekerja swasta diperusahaan, salesman dsb. Ada benarnya juga anggapan demikian bila sseorang penulis tidak menulis secara serius, menulis hanya sekedar menulis saja. Misalnya penulis diary, jadi tulisannya hanya seputar dunianya saja setiap hari. Memang seperti ini tidaklah menghslkan uang, melainkan ia hanya ingin mencatat saja rekam jejaknya setiap hari. Namun ada juga catatan harian yang cukup laris manis bahkan diburu oleh para penggemar, catatan harian ahmad wahid kemudia dibukukan menjadi pergolakan pemikiran islam ada juga catatan dari soe hok gie catatan sang demonstran. Merka menulis catatan harian dengan amat baik, merekam perjalanan bangsa selama mereka hidup dan akhirnya tulisan mereka dijadikan sebagai pelajaran sejarah yang cukup berharga untuk bangsa dan Negara. Tentu royalty hasil dari penerbitan buku dan difilemkan sangatlah besar.

Sudah banyak contoh yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran bahwa penulis professional lainnya diluar sana, menjadikan menulis sebagai pekerjaan yang menggiurkan. Bahkan awalnya mereka bukan siapa-siapa akan tetapi setelah mereka menulis ide dan gagasannya kemudian di sebarkan keberbagai pembaca, maka ia dikenal oleh orang banyak. Selain itu ia juga beberapa kali di undang untuk menjadi pembicara dalam seminar dan pelatihan kepenulisan. Ia telah mengelilingi seluruh Pelosok Indonesia dengan gratis hanya bermodalkan menulis saja, coba anda bayangkan apakah menulis pekerjaan yang tidak menghasilkan uang. Justru sebagian orang yang sudah lama menempuh dunia penulisan berpendapat lain dengan mereka yang acuh tak acuh dengan profesi ini. Salah seorang dosen saya di kampus sangat familiar bukan hanya saja di kampus akan tetapi di daerah jawa dan sekitarnya beliau cukup disegani oleh para guru besar. Apa yang menyebabkan ia menjadi hebat, selain orangnya memang cerdas. Ia juga salah satu dosen yang sangat produktif menulis, buku-bukunya tersebar diberbagai kampus, bahkah bukunya menjadi salah satu buku wajib dan menjadi mata kuliah utama di kampus. Orang banyak mengenalnya karena ia sangat piawai dalam menulis, tema yang ia garap adalah sosiologi politik islam.

Saya banyak belajar dari beliau bahkan dalam beberapa kesempatan saya di minta untuk menulis sebuah essai dan hasilnya menurut pribadi saya sangat mempengaruhi langkah yang saya ambil selanjutnya. Saya mulai semangat menulis apa saja yang terlintas dalam pikiran entah itu sebuah cerita joke, materi kuliah dikampus, hasil seminar dll. Saya mengulas semua yang saya dengar kemudia menulis semampunya, merangkai kalimat menjadi beberapa paragraf akhirnya menghasilkan sebuah tulisan.

Terkadang anda merasa bahwa menulis perlu memperhatikan hal-hal teknis seperti EYD, struktur, sistematisasi dll. Sebenarnya menjadi penulis pemula, anda tidak perlu berpikir tentang bagaimana tulisan anda baik dan benar menurut EYD. Justru dengan hal demikian banyak penulis yang tidak bisa mengembangkan tulisannya dikarenakan banyak pertimbagan yang ia dapatkan. Terkadang kita akan merasa minder menulis dengan memperhatikan berbagai amcam tetek bengek aturan menulis, sehingga pada akhirnya kita terpasung dengan aturan tersebut yang kita buat sendiri. Anda tidak perlu memperhatikan teknin menulis yang benar, yang perlu anda lakukan adalah menulis saja apa yang ada dalam pikiran anda. Semakin sering menulis maka semakin baik tulisan anda, setelah lama menulis bahkans udah menghasilkan 50 tulisan dalam waktu satu bulan, barulah anda mulai memperhatikan teknik menulis yang baik agar tulisan anda mendapatkan pembaca setia. Kalau sudah menjadi penulis, sduah sewajarnya memperhatikan isi tulisan, kepada siapa sasaran pembaca, media mana yang cocok untuk dikirim, tema apa yang harus di angkat dll. Teknik ini akan bisa dengan sendirinya kalau semakin sering anda menulis.

Posting Komentar